Satu Terakhir

Jika hidupku tinggal satu hari lagi..
Bagi-MU ku persembahkan seluruh cinta, puji, dan keagungan
Sebaik mungkin kan ku tebar senyum di wajah setiap orang
Tuk berbagi dengan mereka keagungan damai-MU
Kan ku kenang segala hal tentang hidupku.. wajah-wajah sahabatku
Saat-saat KAU ada, dalam suka dan duka
Dan syukurku atas segala yang KAU berikan
Tanpa-MU takkan ada kejayaan yang dimenangkan

Jika aku memiliki satu hari sebelum mati..
Aku akan memohon maaf pada anak kecil yang menangis karenaku
Kan kutarik kembali kata-kata kasar yang kuucap pada semua orang
Dan ku isi hati mereka dengan tawa dan canda

Jika hidupku tinggal satu hari lagi..
Tak seorangpun kan kuusir, siapapun dia
Tak seorangpun kan kusakiti, berapapun usianya
Karena aku mencintai mereka sampai akhir

Duhai diri, mengapa tak kita jalani hari-hari,
seakan itu hari kita yang terakhir
Untuk menyambut masa depan kita..dan melupakan masa lalu
Agar setiap hari kita hidup sebagai seorang muslim… yang sebenarnya

posted under | 0 Comments

SURAT CINTA UNTUK WANITA SUCI...

Wanita Suci …
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli …
Karena kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku,
Bagiku kau bukanlah bunga,
Tak mampu aku samakan dirimu dengan bunga-bunga terindah
dan terharum sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk terindah, tersempurna, tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi.
Karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

Wanita Suci …
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,
Karena itu akan membuatku mengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, Seluruh jiwa sesemangat mentari.
Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku
yang masih penuh dengan lumpur, dirimu terlalu suci…

Wanita Suci …
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung,
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu,
Meski ujung penutupmu tak pernah berani ku sentuh sedikit pun.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
karena sucimu, indahmu, kita pertaruhkan mungkin …
Kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa dihadapanku
bila kau kalah, tak lebih dari wanita biasa.

Wanita Suci …
Jangan pernah kau tatapku penuh,
bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tetapi karena aku seorang manipulator.
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku,
mengenakan pakaian sutera emas, meniru laku para rahib,
meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur.
Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
karena toh kau- hanya manusia - hanya wanita –
meskipun kau wanita suci.




Wanita Suci …
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci
yang dengan sepenuh dia membawamu pada Rabb-Mu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku,
terukir dalam kitab suci, tak perlu pikir lagi.
Tunggulah sang lelaki suci menjemputmu
dalam rangkaian khitbah dan aqad.
Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu,
seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita Suci …
Bariskan harapmu pada istiqarah sepenuh arti ikhlas.
Relakan Rabb-Mu pilihkan lelaki suci bagimu,
mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tak ada
sampai kau mati …
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci
untuk semua lelaki di alam permainan saat ini.
Mungkin lelaki suci itu mananti di istana kekalmu
yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah.

Wanita Suci …
Pilihan Rabb-Mu tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Rabb-Mu
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu,
melainkan pada jalan yang kau pilih,
Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu
yang meminta ke-Islamannya sebagai mahar pernikahan.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu
menerima keputusan sang Kekasih Tertinggi,
Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta
dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.



Selamat berjuang wahai saudariku, perhatahankanlah izzah ini…!
Semoga Allah swt selalu mengistiqomahkan hati-hati kita.
Wallahu’alam Bishowab

posted under | 0 Comments

Surat Cinta untuk Jiwa…

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri dan saudara-saudaraku yang insya Allah akan tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segala-galanya, karena hanya dengan cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandang yang berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang kerap kali terisi oleh cinta selain-Nya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan karena-Nya. Lalu di ruang hatinya yang kelam, merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah dimana keikhlasan…Maka saat ini kurasakan kekecewaan dan kelelahan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil, Dia hanya melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku dan jiwa saudara-saudaraku yang mulai lelah menapaki jalan-Nya, yang mulai seringkali mengeluh, merasa terbebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang mulia. Padahal tidak ada kepayahan, kelelahan dan kesakitan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk ruhku dan ruh saudara-saudaraku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu dimanakah kejujuran diletakkan…??? Dan kini terabaikan sudah secara nurani yang bersih, saat ibadah hanya rutinitas belaka, saat fisik dan pikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan semu, coba lihatlah hatimu, apakah Ia tertawa ? Menangis ? Atau merana…?
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri dan diri saudara-saudaraku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih dihadapan-Nya selain ketakwaan. Padahal kita telah menyadari bahwa tiap-tiap yang berjiwa pasti akan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati saudara-saudaraku yang mulai mati, saat tiada getar saat asma Allah disebut, saat tiada sesal saat kebaikan terabaikan begitu saja, saat tiada rasa dosa ketika mendzalimi diri sendiri dan saudara-saudaranya.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit. Jangan biarkan cahaya itu padam. Maka teruslah kumpulkan cahaya itu hingga Ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya, hanya kekuatan dari-Nya…

posted under | 0 Comments

Hajimemashite.....!

Assalamu'aikum.Wr.Wb
Hajimemashite.....! Selamat Datang di Blog Yudhistira Pembelajar. Semoga Blog ini dapat menjadi momen silaturahmi serta memperera hubungan persaudaraan kita.

Watashi wa.......?

Foto saya
YUDHIS ムスラム わたしは...

Arsip Pembelajar

Followers


Recent Comments